ADAB MAKAN ALA RASULULLAH

Islam adalah agama samawi yang terakhir diturunkan ke bumi, mengatur segala aspek kehidupan pemeluknya. Dalam kehidupan sehari-hari pun segala tindakan dan tingkah laku umat Islam memiliki aturan yang bersumber dari al Qur’an & al Hadits. Begitu juga dalam hal makan yang kita lakukan setiap hari, dalam sunnah Nabi memiliki aturan yang patut kita tauladani.

Karena rasulullah adalah suri tauladan yang pantas di contoh dalam segala tingkah lakunya. Beliau di utus untuk menyempurnakan akhlak manusia “Innama Buitstu Li Utammima Makarimal Akhlah”. Etika makan dalam Islam yang di contohkan oleh Rasulullah yaitu:

 

Pertama, Mencuci Tangan Sebelum Dan Sesudah Makan

Sebelum makan kita harus mencuci tangan supaya kotoran atau pun kuman tidak ikut termakan sehingga menyebabkan penyakit. Maka dari itu, Islam sangat memperhatikan kebersihan “ At Thohuru Syatrul Iman” kebersihan sebagian dari iman.

Adapun mencuci tangan setelah makan supaya bau dan sisa-sisa makan yang masih menempel di jari tangan bersih dan sehat. Sebagaimana penjelasan hadits berikut:

“Keberkahan makanan : Terletah pada mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.” (H.R. Abu Daud)

 

Kedua, Membaca Bismillah Pada Awal Dan Do’a Sesudahnya.

Segala perbuatan baik sebaiknya diawali dengan basmalah sehingga mendapat keberkahan. Begitu juga dengan makan harus diawali dengan basmalah. Walaupun kita lupa membaca basmalah dianjurkan membaca basmalah ketika kita ingat. Berdasarkan hadist Nabi:

اذااكل احدكم طعاما فليذ كراسم الله تعا لى فا ن نسي ان يذ كراسم الله على اوله واخره

“Apabila seseorang di anatara kalian memakan makanan hendaknya dia menyebut nama Allah. Apabila lupa menyebut nama Allah diawalnya, hendaklah ia mengucap : Bismillahi ‘awwalihi wa akhirihi .” (H.R. at Tirmidzi)

 

Setelah membaca basmallah kemudian membaca do’a sebelum makan yaitu:

 

اللهم بارك لنا فيما رزقتناوقنا عذاب النار

“ Ya Allah berkatilah kami terhadap apa-apa yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

Adapun do’a setelah makan adalah sebagai berikut:

 

                                                            الحدلله الذي اطعمنا وسقانا وجعلنا مسلمين

 

“Segala puji bagi Allah yang telah member kami makan dan minum dan telah menjadikan kami sebagai orang muslim.”(H.R. Ahmad dari abi Said)

Ketiga, Di Sunnahkan Makan Berjamaah

Makan berjamaah membawa berkah, oleh karena itu disunnahkan makan bersama-sama dengan memperbanyak anggota. Baik dengan anggota keluarga atau orang lain. Berdasarkan hadits Nabi:

“Makanan satu orang mencukupi untuk dua orang, dan makanan dua orang cukup buat empat orang, dan makanan empat orang cukup buat delapan orang.”(H.R.Muslim)

 

Keemapat, Qonaah Dengan Makan Yang Dihidangkan

Bersyukur dengan rizki yang telah dianugrahkan oleh Allah, sehingga Allah menjanjikan menambahkan rizkinya kepada orang yang bersyukur sebagaimana firman Allah:

“Sesunguhnya jika kamu bersyukur, pasti aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka pasti azab-Ku sangat berat.”( Q.S. Ibrahim:7)

 

Kelima,Menggunakan Tangan Kanan Ketika Makan

Sejalan dengan apa yang diajarkan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, baik muamalah maupun ibadah. Bahkan cara makan pun beliau contohkan sebagaimana beliau anjurkan dalam hadits:

“Apabila kamu makan dan minum, maka makan dan minumlah dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan bila makan dan minum menggunakan tangan kirinya.”( H.R. Muslim)

 

Keenam, Sunnah Melepas Alas Kaki Ketika Makan

“Apabila disuguhkan kepada seorang diantara kalian makanan sedangkan ia masih memakai kedua sandalnya, maka hendaknya ia melepaskan kedua sandalnya itu, Karena sesungguhnya hal itu lebih enak bagi kedua telapak kakinya dan hal itu merupakan sunnah.”( H.R. Abu Ya’la dari Anas)

 

Ketujuh,Mendinginkan Makan Sebelum Dimakan

Makan makan yang masih panas makruh kukumnya karena dapat merusak kesehatan. Oleh Karena itu apabila makanan masih panas didinginkan terlebih dahulu. Senada dengan sabda Nabi:

“Nabi saw. Melarang memakan makanan yang masih panas kecuali panasnya telah reda.” ( H.R. Thabrani )

 

Kedelapan, Makanlah Dengan Posisi Duduk Yang Baik Hingga Selesai

Sebagaimana Rasulullah sabdakan dalam hadist berikut:

“Saya tidak pernah makan sambil bersandar”. ( H.R. Bukhari)

 

Posisi yang baik dalam makan adalah duduk tegak lurus sehingga memudahkan makanan masuk kelambung dan mudah dicerna dengan baik.

 

Kesembilan, Makruh Meniup-Niup Makanan

Makanan yang masih panas makruh hukumnya ditiup-tiup, maka biarkan hingga makan itu tidak panas. Sebagaimana dianjurkan oleh Nabi :

“ Bahwa Nabi saw. Telah melarang bernafas dalam tempat air dan meniup-niup makanan dan minuman.” ( H.R. Tirmidzi)

 

Kesepuluh, Tidak Makan Sebelum Lapar Dan Berhenti Makan Sebelum Kenyang

Dalam hal apapun kita tidak boleh berlebih-lebihan, demikian juga makan harus jangan sampai melampaui batas. Porsi yang dianjurkan oleh Nabi dalam makan adalah sepertiga rongga perut atau lambung. Rincian sepertiga sebagaimana dijelaskan oleh Nabi:

“ Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang rusuknya. Jika pun ingin berbuat lebih, maka sepertiga rongga perutnya untuk makanan dan sepertiganya untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk nafasnya.” ( H.R. Tirmidzi )

Dalam hadits lain Nabi menyatakan:

“ Kami adalah suatu kaum yang tidak makan sebelum lapar dan apabila makan tidak sampai kenyang.”

 

Kesebelas, Sunnah Makan Dengan Menggunakan Tiga Jari

Rasulullah apabila makan menggunakan tiga jari, disunnahkan demikian agar makan dengan menyedikitkan suapan. Sebagimana di kisahkan dalam hadits berikut ini:

“ Rasulullah saw. Makan dengan tiga jari dan mengulum tangannya ( jari-jarinya) sebelum mengusapnya.” ( H.R. Muslim )

 

Keduabelas, Disunnahkan Bila Makan Dimulai Dari Pinggir          

Etika makan Rasulullah ketika makan memulai dari pinggir agar keberkahan dapat dirunut dari awal sampai akhir. Sabda Nabi saw:

“ Berkah itu turun ditengah-tengah makanan, maka makanlah dari tepi-tepinya dan jangan makan dari tengah-tengahnya.” ( H.R. Abu Daud dan Tirmidzi )

 

Ketigabelas, Mengambil Makanan Yang Terjatuh

Ketika kita makan ada suapan kita yang terjatuh maka ambilah makanan yang terjatuh kemudian bersihkan yang kotor dan makanlah yang bersih. Mengulum jari-jari sebelum mencuci tangan, Karena kita tidak pernah tahu dimana berkah Allah itu berada. Sebagaimana anjuran Nabi dalam hadits :

“Apabila suapan mu jatuh, ambillah kembali lalu buang bagian yang kotor dan makanlah bagian yang bersih. Jangan dibiarkan dia dimakan setan dan janganlah engkau membersihkan tanganmu dengan lap ( sapu tangan ) sebelum engkau mengulum jari-jarimu. Karena kamu tidak mengetahui makanan mana yang membawa berkah.” ( H.R. Muslim)

 

Keempatbelas, Makruh Mencela Makanan Dan Sunnah Memujinya

Bila kita dihidangkan makanan dan kita tidak menyukainya maka jangan mencela lebih baik diam atau membiarkannya. Rasulullah tidak pernah menghina makan. Sebagaimana dikisahkan dalam hadits :

“Rasulullah saw tidak pernah mencela makanan apapun, sekali-kali tidak. Apabila beliau menyukai suatu makanan dimakannya dan apabila beliau tidak menyukainya dibiarkan saja.” ( H.R. Muslim )

 

Kelimabelas, Mengunyah Makanan Dengan Zikrullah

Suatu hal yang mubah jika diniatkan nuntuk ibadah maka akan dapat pahala, diantara makan diniatkan supaya kuat dalam melaksanakan ibadah. Seusai makan jangan langsung tidur, karena membuat malas dan perut besar. Makan dengan zikrullah diajarkan oleh Nabi melalui hadits:

“Lumatlah makan kalian denganm zikrullah dan sholat dan janganlah kalian tidur setelah makan, karena akan menjadikan hati kalian keras.” ( H.R. Abu Nu’aim )

 

Keenambelas, Mendahulukan Makan Sebelum Sholat

Ketika makanan dihidang dan waktu sholat sudah tiba, maka makanlah terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar mengerjakan sholat lebih focus jika perut tidak dalam keadaan lapar. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

“Apabila makanan malam telah terhidang, sedangkan sholat didirikan maka makan malamlah terlebih dahulu.” ( H.R. Bukhari )

 

Ketujubelas, Mengonsumsi Makan Yang Halal Dan Baik

Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang baik dan toyyibah (baik). Sebagimana dalam Firman Allah:

“Wahai manusia !makanlah dari yang halal dan baik yang terdapat dibumi dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan.” ( Q.S. al-Baqarah :168 ).

Karena apapun yang kita makan menjadi daging, jangan sampai daging yang tumbuh berassal dari hal-hal yan g haram. Karena setiap dagingh yang tiumbuh dari makan yang haram neraka tempatnya.” ( H.R. Tirmidzi)

 

 

By. Ahmad khusein