Gambar

Judul Buku      : Nahjul Fashahah, Ensiklopedi Hadis Masterpiece Muhammad SAW

Penulis             : Abughasim Payande

Penerjemah      : Abdul Halim, S.Ag.

Penerbit           : Pustaka Iiman

Tahun Terbit    : Maret  2011 M

Tebal Buku      : Cove + VIII + 691 halaman

Puncak retorika atau kitab mulia berjudul Nahj Al-Fashahah adalah sebuah harta tak tertandingi dari ucapan-ucapan bijak nan fasih Nabi Muhammad SAW. Pertama kali dikumpulkan oleh Abughasim Payande dan diterbitkan pada tahun 1957 dalam edisi Arab-Persia. Kemuadian diterjemahkan dari bahasa Perssia ke bahasa Inggris oleh Dr. Hussein Vahid Dastjerdi dan Dr. Nasrolah Shameli, diterbitkan oleh Isfahan University-Arts and Cutural studies Research Center, 2008. Dan di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Abdul Halim, S.Ag, diterbitkan oleh Pustaka Iman Pada Maret  2011 M  atau bertepatan dengan Rabi’ Al-Tsani 1432 H.

Nahjul Fashahah berisikan kompilasi dari ucapan dan pidato Nabi SAW.  Atau lebih dikenal dengan istilah Hadits. Sebagaimana kita ketahu Hadits adalah sumber hokum kedua setelah Al-Qur’an dalam menetapkan hokum Syara’. Nabi Muhammad sebagai Insan Kamil penyampai wahyu dengan tutur bahasa  yang  fasih dan mudah dipahami oleh orang  yang mendengarkannya. Jika dahulu para sahabat mendengar langsung dari beliau langsung, maka orang-orang setelah para sahabat mengetahui melalui para sahabat  atau biasa disebut  tabiin. Dan dari tabiin ke tabiit tabiin sampai kepada ulama secara bersambung, maka sampailah pada masa kita saat ini.

Nahjul Fashahah dianggap sebagai ensiklopedia yang tiada padanannya, berisikan hadist-hadits pendek tentang akhlak utama Sang Nabi SAW. Dikompilasikan oleh Abulghasim Payande (1957) dengan mengutip dari sumber-sumber terpercaya baik Sunni maupun Syi’ah.  Memuat dari 3.222 hadits pendek yang di susun secara alfabetis berdasarkan urutan huruf hijaiyah. Dan penomoran secara urut mulai dari 1 sampai 3.222.

Dalam Nahjul Fashahah berisikan kompilasi ucapan dan pidato yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari persoalan akidah, moral, social, persoalan-peersoalan kemanusiaan sampai politik.

Cuplikan dari Kitab Nahjul Fashahah:

Bencana dari keberanian adalah berbuat zalim. Bencana bahaya martabat keluarga adalah membanggakan diri. Bencana murah hati adalah mengungkit-ngungkit kebaikan yang telah diberikan. Bencana keindahan adalah keegoisan. Bencana ucapan adalah kebohongan. Bencana ilmu adalah lupa. Bencana kebijaksanaan adalah kurang akal. Bencana kedermawanan adalah pemborosan. Adapun bencana Agama adalah memperturutkan hawa nafsu. ( Nahjul Fashahah,No.1)

Segeralah beramal sebelum dating enam hal: Pemerintahan orang-orang bodoh, banyak ajudan, jual beli hokum, menyepelekan darah, pemutusan silaturrahmi, dan orang-orang  baru masuk islam yang menjadikan Al-Qur’an sebagai alat musik. Mereka mempersilakan salah seorang dari mereka untuk memainkannya meskipun pemahaman agamanya sedikit. (Nahjul Fashahah,No.1072)

Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah bagimu; memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran adalah sedekah; member petunjuk kepada seseorang di negeri kesesatan adalah sedekah bagimu; dan menyingkirkan batu, duri, atau tulang dari jalan adalah sedekah bagimu. ( Nahjul Fashahah,No.116)

Allah menciptakan rahmat seratus bagian, lalu menahan Sembilan puluh Sembilan bagian di sisi-Nya dan menurunkan satu bagian kedunia. Dengan satu bagian ini makhluk saling mengasihi, hingga seekor kuda mengangkat kakinya menghindari anaknya karena takut menginjaknya. (Nahjul Fashahah,No.1300)

Aku pernah masuk surge. Kulihat di kedua paling pintunya tertulis tiga baris kalimat menggunakan emas. Pada baris  pertama tertera,”Tuhan hanyalah Allah”. Pada baris kedua tertera,”Apa yang telah kami lakukan,kami dapatkan. Apa yang telah kami makan, kami beruntung. Apa yang kami tinggalkan merugi.” Adapun pada baris ketiga tertera,”Umat berdosa, sedangkan Tuhan Maha Pengampun.”.(Nahjul Fashahah,No.1550)

Sumpah sesuai dengan niat yang bersumpah.(Nahjul Fashahah,No.3222)

Nahjul Fasahah, Puncak kefasihan manusia sempurna (Insan kamil)

KesempurnaanRasulullah SAW sebagai insane kamil meliputi seluruhnya, yaitu; kesempurnaan jiwa dan raga, karena Al-Qur’an hendak diturunkan melalui beliau, maka Allah telah mempersiapkan beliau dengan kefasihan lidah dalam berbicara, dengan kefasihan yang tiada seorang pun yang dapat menandinginya.

Semua riwayat sepakat bahwa Rasulullah SAW adalah orang paling fasih dalam berbicara, jelas dan mantap. Apabila  beliau menguraikan kata-kata tidak bertele-tele, susunan kata-katanya selalu padat dan berisi disamping itu mutiara hikmah selalu menghiasi ucapan beliau.

Ali bin Abi thalib ra. Adalah menantu beliau yang sangat ahli tentang sastra arab, dia pernah berkata:”Aku tidak pernah mendengar perkataan  yang ganjil dan langka dari bahasa arab, melaikan telah aku dengar terlebih dahulu dari Rasulullah SAW.

Kelebihan Nahjul Fashahah adalah tersusun secara alfabetis menurut hijaiyyah dan penomoran yang berurut sehingga kita mudah dalam pengutipan untuk sebuah referensi. Untuk abjad alif berisi 1069 hadits dan penomoran nya berlanjut pada Abjad ba’ yang dimulai dari 1070 dan seterusnya.

Kekurangan dari Nahjul Fashahah adalah tidak disebutkannya para perawinya. Sehingga kita tidak tahu kwalifikasi menurut para Muhaddits, atau tingkatan hadits misalnya; shohih,hasan dan sebagainya. Tapi bukan berarti menjadi kurang dalam kualitas haditsnya. Hanya saja tidak disebutkan perawi dan kwalifikasinya.

Oleh: Ahmad Khusein