GambarJudul Buku     : Tata Cara Sholat Nabi SAW

Penulis             :Dr. Sa’id bin Ali bin Wah

Penerjemah      : Abu Khodijah Ibnu Abdurrahman

Penerbit           : Irsyad Baitus Salam

Tahu terbit       : Oktober 2005

Tebal buku      : Cover + 320 halaman

 

Sifat sholat yang sempurna adalah sholat yang dikerjakan seorang muslim sebagaimana yang telah dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits Malik bin Huwairits ra. Nabi SAW bersabda:

“Shalatlah kalian sebagaimana melihatku sholat” (HR. Bukhari)

Sesuai dengan redaksi hadits diatas, Nabi memerintahkan kepada kita untuk sholat sesuai dengan yang telah dicontohkan oleh Beliau. Pada zaman nabi Muhammad masih hidup para sahabat dengan mudah menirukan sesuai sholatnya Nabi Muhammad. Lalu bagaimana kita tahu bahwa sholat yang kita kerjakan sudah memenuhi criteria sholat Nabi?. Baik dari segi rukun ,wajib ,sunnah serta bacaannya.

Maka dari itu diperlukan penelusuran dari hadits, sehingga sholat yang kita kerjakan sesuai yang telah dicontohkan Nabi. Sehinga sholat kita kerjakan sah dan sempurna.

Buku “Tata Cara Sholat Nabi SAW” salah satu rujukan untuk mengetahui tata cara sholat Nabi. Buku ini merupakan terjemahan dari bagian Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf  al-Qahthani yang berjudul ”Sholatul Mu’min”. Dalam buku aslinya yang berbahasa arab, penulis tidak hanya membahas tentang sholat, tapi juga mengupas secara detail dan rinci berbagai masalah sholat dan yang berkaitan dengannya, termasuk Thaharah, Imamah dalam sholat dan sebagainya.

Sedangkan dalam edisi bahasa Indonesia yang diterjemah oleh Abu Khodijah Ibnu Abdurrahman hanya difokuskan pada pembahasan sholat. Dalam buku ini dibagi menjadi empat bagian:

Pertama, sifat sholat; yang berisi tiga puluh satu poin pembahasan mulai dari wudhu secara sempurna sampai membaca zikir sesudah salam

Kedua, rukun sholat dan hal-hal yang diwajibkan dan disunnahkan dilakukan dalam sholat. Mencakut tiga poin pembahasan,yaitu; rukun, wajib dan sunnah.

Ketiga, hal-hal yang makruh dalam sholat dan pembatalnya.

Keempat, sujud sahwi yang meliputi tiga poin pembahasan, yaitu; sujud sahwi yang pernah dilakukan Nabi, sujud sahwi sebelum atau sesudah salam dan rincian sebab-sebab sujud sahwi dan hukumnya.

Dalam pembahasan empat bagian diatas didasarkan pada hadits Nabi, Sehingga mempunyai dasar yang valid dan terpercaya. Semua kegiatan sholat baik rukun, wajib dan sunnah berlandaskan Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh para Muhaddits. Sehingga kita tahu dasar hukum yang kita kerjakan dalam sholat mulai dari takbir sampai salam bahkan zikir setelah salam.

Dalam bagian sifat sholat penulis mengutip Hadits ‘Abdullah bin Umar ra. Dari Nabi SAW, beliau bersabda:

“Tidak akan diterima (oleh Allah) sholat yang dikerjakan tanpa wudhu’ dan tidak akan diterima (oleh Allah) shadaqah dari harta yang haram.”(HR. Muslim).

“Jika engkau telah berdiri untuk mengerjakan sholat, maka bertakbirlah.”(HR. Bukhari dan Muslim)

“Tidak sah sholat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah.”( HR.Bukhari dan Muslim)

“Adalah Rasulullah SAW. Bila selesai membaca Ummul Qur’an (Al-Fathah), beliau mengucapkan’aamiin’ seraya mengeraskan suaranya.” (HR. Daruquthni dan Hakim)

Ini adalah beberpa kutipan hadits yang ditulis dalam buku ”Tata Cara Sholat Nabi SAW”. Dengan berdasarkan hadits-hadits Nabi penulis mengurutkan pelaksanaan tata cara sholat sesuai dengan apa yang telah Nabi contohkan.

Maka dengan dasar hukum dan sumber yang jelas tersebut kita ittiba kepada Nabi dalam sholat melalu para Sahabat ke Tabiin, dari Tabiin ke Tabiit Tabiin sehingaga sampai kepada kita melalu Para Ulam yang mumpuni di bidangnya masin-masing.

Al- Qahthani telah membantu kita dengan menyusun buku tata cara sholat Nabi SAW dengan berlandaskan hadits-hadits yang shahih. Beliau merinci rangkain ibadah sholat sesuai urutannya mulai dari takbiratul ihram sampai salam, baik gerakan maupun bacaannya. Dan menjelaskan mana yang termasuk perbuatan rukun, wajib dan sunnah. Sehingga dengan penjelasan tersebut kita dapat menggambarkan kesempurnaan sholat Nabi SAW. Sesuai sabda beliau dalam hadits-hadits yang shohih.

Oleh : Ahmad Khusein

About these ads